Petaka kerja Billboard

Sahabat,

Dalam sebuah situs memberitakan beberapa hari yang lalu ada seorang pekerja yang sedang memperbaiki billboardnya tersengat listrik yang akhirnya meninggal dunia.

Hari kemarin saya dikomplin klien, katanya sudah 3 minggu ini listrik billboardnya tidak hidup. Menurut klien saya tersebut, petugasnya selalu survey setiap 2 hari sekali untuk mengontrol billboard tersebut dan hasilnya mati lampu!).

Wahduh kenapa bisa 3 minggu tidak nyala? Kan klien menjadi rugi karena billboarnya tidak bisa dilihat pemirsa di malam hari. Demikian pula saya juga rugi karena telah abunemen dengan PLN dan listrik tidak termanfaatkan? Atau orang workshop saya yang lalai menunaikan tugas kontrol billboard dan tidak membetulkannya kembali jika lampunya mati? Pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk hilir mudik di kepala ini belum terjawab karena banyak pihak sulit dihubungi.

Hari ini, saya baru memperoleh jawaban kenapa lampu billboard klien saya tersebut mati. Ternyata orang yang menginstal awal listik billboard tersebut adalah orang yang meninggal dunia beberapa hari yang lalu yang sedang membetulkan listrik billboardnya yang beritanya saya baca di situs itu. Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun …. Semoga arwah almarhum diterima disisi Allah SWT sesuai dengan kebajikan yang telah dilakukannya. Amin.

Petaka besar yang sering terjadi di bisnis billboard terkadang tidak disangka datangnya. Bisa saja datang disebabkan oleh hujan deras angin kencang sehingga roboh, ditebang Pemda karena dianggap menyalahi aturan perijinan, pekerja terkena musibah, lampu mati karena instalasi listrik atau kabelnya/lampunya dicuri orang dan sebagainya. Yang jelas, resiko2 tersebut semestinya diantisipasi agar tidak menimbulkan kerugian dari pihak manapun termasuk klien dan agensi billboardnya.

Salam dan Sukses!

Diterbitkan di: on Mei 16, 2008 at 8:22 pm
Tags: , ,

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://headonbillboard.wordpress.com/2008/05/16/petaka-kerja-billboard/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment